Sungguh resah untuk pengangguran jomblo seperti saya yang setiap hari-harinya hanya mencari hiburan lewat youtube. Entah mengapa ya, algoritma youtube saya selalu muncul berita tentang masalah-masalah orang. Padahal saya cuma ingin melihat hiburan-hiburan seperti MU kalah, Tonights Premier Net, Indonesian idol, dan Timnas menang . Walaupun hal ini jarang upload namun tontonan ini selalu saya tunggu-tunggu. Jarang-jarang tapi istiqomah. Sedangkan berita ini tidak jarang dan tidak istiqomah.
Dari saat saya di pondok ( polisi ) terus PSSI, sampai tukang pajak. Kenapa ya? kelakuan mereka sekarang kok gampang terbongkar buruknya. Apa karena mereka sudah capek dilihat baik, padahal orang-orang desa selalu senang ketika melihat anak atau tetangganya menjadi PNS. Atau karena teknologi yang sudah semakin menggila, sehingga media bisa menjadi sangat gampang untuk memberitakannya. Mbak Najwa Shihab dari dulu selalu berani mengungkap kebenaran. Dan masalah -masalah ini biar dibahas Mbak Nana aja. Saya cuma ingin melakukan wawancara dengan narasumber yang kompeten yaitu Eks Polisi yang dikutuk menjadi ikan sepat setelah menghina ibunya karena naik pajero.
Wawancara ini dilakukan setelah saya menemukannya di kolam wisdom park UGM. Ikan sepat ini saya bawa ke kontrakan dan saya cemplungkan ke bak kamar mandi.
Aku : " Gimana mas sepat, apa kabar mas, rejeki lancar?".
Ikan Sepat : " Alhamdulillah rejeki iseh lancar".
Aku : " Sampean mau tak wawancarai mas, kudu jawab yo!, udah jauh-jauh dari wisdom lo".
Ikan Sepat : " Iyo-iyo, apapun buat gen z pokok e".
Aku : " Wess mantap, gini mas, kenapa para pengurus sekarang kok sering ketahuan buruknya bahkan sampai diberitakan mas?".
Ikan Sepat : "Karena berlebihan merekanya".
Aku : "Berlebihan, maksudnya gimana mas".
Ikan Sepat : "Dulu saya pernah mondok, saya dulu nakal sekali dan dulu tidak pintar untuk berbuat nakal, sering sekali ketahuan".
Aku :" Lololo ini gimana to mas, aku gak tanya biografine sampean lo".
Ikan Sepat : "Sabar duluu, gini... , manusia kan tempatnya salah dan lupa ya, ya kalau kata jeje itu nakal boleh, jahat jangan " . Jadi, nakal sebenarnya wajar bagi setiap orang. Setiap orang pasti pernah sengaja atau tidak disengaja berbuat salah. Lha, sekarang kan nakalnya berlomba-lomba, udah bisa nakal ngambil duit sedikit aja, tapi malah ngambilnya kebanyakan, udah bisa nakal penjara in aja malah membunuh, ya pasti ketahuan lahh".
Aku : " Lha terus, apa hubungannya sama di pondok tadi".
Ikan Sepat : " 0o iya yaa, jadi gini, saya dulu di pondok diajari nakal oleh (rahasia) begini katanya "nakal itu boleh tapi yang pintar, jangan sering-sering, kalau sering nanti ketahuan dan jangan pernah coba-coba nakal pas hari selasa"".
Aku : " Kenapa hari selasa mas?".
Ikan Sepat : " Lha itu, saya masih bingung sampai sekarang".
Aku : " Baik, wawancara sudah selesai mas, mas boleh makan apa aja yang di bak mandi ini dan saya sudah pesankan gojek untuk pulang ya mas".
Ikan Sepat : oke siap
Saya membatin , kok bisa ya narasumber sekeren ini bisa tak ajak bicara dan mau saya pesankan gojek.