Entah mengapa tubuh saat puasa kali ini membuat saya seharian bisa isinya tidur tok. Saya terus menyalahkan tubuh saya yang bisa-bisanya tidak kuat menahan puasa. Bangun cuma ngecek chat wa, ngeces HP, kemudian tidur lagi. Sungguh kami adalah pria-pria kesepian, jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta lirik lagu Sheila On 7. Padahal hampir setiap tahun sesudah saya menginjak kelas 3 SD(jangan dihujat) saya baru melakukan ibadah ini. Menulis yang modalnya cuma laptop, tidak bisa saya lakukan saat puasa. Kok bisa sampai selemah ini. Setelah mencoba melakukan perenungan yang tidak sengaja. Berikut adalah hasilnya.
Pertama, Tidur adalah hal yang sangat mudah bahkan dilabeli ibadah yang saya sering lakukan selama puasa ini. Bahkan saya sudah mencetak rekor, ibadah setelah sholat subuh kemudian bangun setengah dua siang. Ditambah overthingking salah satu lagu bondan prakoso, ketika mimpimu tak begitu indah "assek", tak penah terwujud ya tidur lagi, benerin posisi tidur yang nyenyak, kalau sudah terwujud, cepetan mandi dan jangan lupa baca niat.
Kedua, pergi ke masid-masjid yang memberikan buka gratis serta tidak ada pengajiannya. Karena cuma disitulah tempat saya keluar kontrakan selain kuliah dan angkringan. Bemodal niat dan usaha sedikit untuk dapat berbuka secara gratis. Meskipun menunya tidak bisa pilih-pilih. Kalau dapat ayam ya bersyukur, kalau dapat tahu tempe ya jadi bahan guyonan dan sedikit misuh-misuh "kucing-kucing".
Ketiga, bingung mau traweh dimana. Yang ujung-ujung nya cuma bingung. Kemudian kejadian selanjutnya hanya allah yang tahu.
Tulisan ini murni karena paksaan saya terhadap diri saya sendiri, karena benar-benar tidak tahu mau ngapain lagi. Pikiran saya sebenarnya "Allahummalakasumtu ......." dengan yang manis-manis.









