RECENT COMMENTS

4/footer/recent

Minggu, 26 Maret 2023

Tidak Ramah Puasa



Entah mengapa tubuh saat puasa kali ini membuat saya seharian bisa isinya tidur tok. Saya terus menyalahkan tubuh saya yang bisa-bisanya tidak kuat menahan puasa. Bangun cuma ngecek chat wa, ngeces HP, kemudian tidur lagi. Sungguh kami adalah pria-pria kesepian, jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta lirik lagu Sheila On 7. Padahal hampir setiap tahun sesudah saya menginjak kelas 3 SD(jangan dihujat) saya baru melakukan ibadah ini. Menulis yang modalnya cuma laptop, tidak bisa saya lakukan saat puasa. Kok bisa sampai selemah ini. Setelah mencoba melakukan perenungan yang tidak sengaja. Berikut adalah hasilnya.

Pertama, Tidur adalah hal yang sangat mudah bahkan dilabeli ibadah yang saya sering lakukan selama puasa ini. Bahkan saya sudah mencetak rekor, ibadah setelah sholat subuh kemudian bangun setengah dua siang. Ditambah overthingking salah satu lagu bondan prakoso, ketika mimpimu tak begitu indah "assek", tak penah terwujud ya tidur lagi, benerin posisi tidur yang nyenyak, kalau sudah terwujud, cepetan mandi dan jangan lupa baca niat. 

Kedua, pergi ke masid-masjid yang memberikan buka gratis serta tidak ada pengajiannya. Karena cuma disitulah tempat saya keluar kontrakan selain kuliah dan angkringan. Bemodal niat dan usaha sedikit untuk dapat berbuka secara gratis. Meskipun menunya tidak bisa pilih-pilih. Kalau dapat ayam ya bersyukur, kalau dapat tahu tempe ya jadi bahan guyonan dan sedikit misuh-misuh "kucing-kucing". 

Ketiga, bingung mau traweh dimana. Yang ujung-ujung nya cuma bingung. Kemudian kejadian selanjutnya hanya allah yang tahu.

Tulisan ini murni karena paksaan saya terhadap diri saya sendiri, karena benar-benar tidak tahu mau ngapain lagi. Pikiran saya sebenarnya "Allahummalakasumtu ......." dengan yang manis-manis.


Minggu, 19 Maret 2023

Salah sebagian teman part 3 "Jalan yang jauh jangan lupa Fortta"

Bagi yang belum tahu, fortta merupakan nama panggilan dari nama angkatan saya pas di pondok. Fortta alias Forttablazed, alias effort to de Blaze ini kalau dijelaskan secara filosofis saya pun tidak tahu maksud artinya (maaf yang bikin nama). Ya kalau diketahui juga tidak penting-penting amat untuk hidup saya. Sudah hampir setahun angkatan ini lulus dari pondok. Perjalanan teman-teman pun berbeda-beda. Ada yang milih jalan sendiri, ada yang karena nasib (pilihan orang tua), ada yang nabrak-nabrak, ada yang numpang jalan, dan masih banyak lagi. Yang penting harapan saya mereka semua terus berjalan, pelan-pelan tapi terus, ora mung jalan di tempat, atau lari sebentar terus capek, berhenti. Sampai jalan makadam pun terjang saja, jangan cuma sambatan. Meskipun asline yo ancen gak penak (ya ga enak)gronjal-gronjal marai loro sudu'en. 

Banyak dari teman-teman yang melanjutkan untuk kuliah. Ada juga yang belum, ada yang sudah kerja, ada yang dua-duanya(kuliah kerja), bahkan ada yang masih di pondok. Padahal, dalam hati saya nungguin siapa yang nikah duluan. Bayangkan baru lulus, satu diantara teman-teman ada yang nikah. Pasti sangat seru sekali mendengarkan cerita aksi pergulatan ranjang mereka. Saya sendiri senang melihat keluh-kesah teman-teman melewati perjalanan pencarian jati diri. Meskipun juga tidak semuanya bahagia. Namun, mereka tetap ikhlas menjalani kehidupan dunia luar yang serba bayar parkir. 

#skip aja, curhat. Tepat saat selesai acara di Malang. Melihat fenomena teror bayar parkir yang ternyata lebih parah daripada di kota kuliah saya(Jogja). Saat mengantarkan teman untuk ngambil duit di atm. Sengaja saya tidak turun dari sepeda motor dan posisi motor tetap saya nyalakan, kemudian teman saya turun mengambil duit. "BAJINGAN" batin saya. Tukang parkir ini tetap meminta untuk membayar, teman saya memberikannya tanpa rasa marah sedikitpun. "Ora batin a Sa?" tanya saya. "Ya mau gimana lagi wes biasa ngono iku" jawab teman saya. Moment membayar parkir merupakan salah satu bentuk ikhlas tersulit menurut saya. #skip aja, curhat 

Fortta menurut saya juga tidak kompak-kompak amat seperti yang di gaungkan di yel-yel video. Bila saya mengamati, angkatan saya ini terpecah menjadi banyak, seperti ormas di negara ini. Santos genk, Paido Team, LAB genk, Sekber genk, Mia genk (1,2,3,4), IIS genk, kedinasan genk, keterimaDuluan genk, UTBK genk, Khos genk dan diantara genk-genk itu masih memecah banyak lagi. Namun genk-genk ini bersatu dengan kualitas terbaik mereka untuk memberikan yang terbaik pada ibu dari genk-genk ini "Forttablazed". Segala faktor penghambat kemajuan di serang oleh agen-agen terbaik mereka. 

Tulisan ini hanya opini sederhana yang sebenarnya kisah teman-teman tidak sesederhana itu. Wajar, sebagai orang biasa yang malas untuk riset dan menulis banyak. Saya juga tidak perlu effort menanyai satu-satu nasib mereka. Dan opini ini hanya ditujukan pada angkatan cowo. Dikarenakan minim pengetahuan tentang teman-teman cewe jadi saya tidak bisa menuliskannya(sok asyu). Semua teman-teman pasti memiliki banyak cerita unik saat mereka sudah menjalani kehidupan dunia luar.  Esensi menumbuhkan jenggot masa muda (tanya agym). Berkuliah di negara petasan (tanya jimbon). Berkuliah di institut seni (tanya said). Esensi menjalani kehidupan dewasa(tanya alex). Expert English language tanya (isom). Berkuliah dibayar ngabdi (tanya tegar). Berkuliah penuh ujian tekanan (tanya haikal). Berkuliah dengan pacaran (tanya jeyhan, ilul, irsa, bopung, danang). Berkuliah dengan rambut gondrong (tanya jepon). Berkuliah dengan pencak silat (tanya ahga). Berkuliah dengan investasi (tanya bagong). Berkuliah karena belum siap nikah (tanya fawas). Berkuliah mencari barokah dosen dengan cium tangan serta tidak jelas dan tetap menjomblo, tanya saya hahhahaa (sedikit promosi). 

Kamis, 16 Maret 2023

Salah seorang teman Part 2 "Nanti Kita Cerita Tentang Doyok"

Yth, Bapak alm Wakhid

Doyok, alias Alfin Hisyam Chakim, yang bahkan saya harus tanya dulu nama aslinya karena sudah lupa, adalah salah satu dari beragam spesies unik di jajaran teman saya sendiri. Jika kita sebagai orang asing yang tidak mengenal doyok, bisa dibayangkan dengan orang cina (cindo), memiliki otot yang besar, muslim yang taat (menggunakan kopyah dimanapun),  bak mualaf cina salah pergaulan. Mengambil jurusan filsafat adalah jalannya, berkuliah di dekat rumah adalah jalan(kemauan) almarhum ayahnya.Yang pasti ayahnya sekarang merasa sangat senang karena kemauannya dituruti. Beliau pasti tersenyum di alam sana, melihat anaknya patuh padanya. 

#Skip aja, curhat

Saya sangat tidak pintar untuk menulis deskripsi tentang orang bahkan teman saya sendiri. Selalu ada pertukaran dalam diri saya tentang sifat-sifat orang. 

diri1 : "orang ini baik", saat mood saya baik (uang banyak)

diri2 : " wahh, ora apik wong iki" saat mood saya tidak baik (lagi gaada uang)

Menulis deskripsi orang merupakan ilmu yang sangat sulit, berbeda kacamata, berbeda mood, sangat berpengaruh terhadap tulisan. Perlu kebijaksanaan yang tinggi. Karena sebuah permintaan receh yang sudah saya iyakan, meskipun saya sendiri masih bingung mengapa saya mengiyakan permintaan itu.#skip aja, curhat

Doyok, anak surabaya yang jiwanya tetap membonek dimana dan kapanpun itu. Untuk daftar kuliah saja, seorang doyok tidak pernah usaha, urusan daftar mendaftar saja didaftarin, sampai tryout pun tidak pernah mengikuti. Sungguh orang jawa asli yang menerapkan prinsip falsafah jawa, nerima ing pandum, dipikir ro mlaku, sing penting yakin. saat ditanya "yok, gak sekolah ta yok?" jawabannya selalu padat, ringkas, dan mudah dipahami,"ora", tanpa banyak alasan, tidak seperti polisi yang di vonis hukuman mati. Jika dilihat dari kacamata teman-teman seangkatan, Doyok adalah seorang seniman yang selalu dipercaya untuk pembuatan lirik, puisi, aktor theater (yang sebenarnya tidak bagus, bagus amat) hanya saja auranya untuk nyeniman sangat kuat sampai dari kejauhan pun kita yang mengenal doyok bisa tertawa karena melihat cara jalannya.

Deskripsi ini sebenarnya karena sebuah ke inginan dari doyok sendiri yang tiba-tiba ngechat dengan bahasa campuran indo-jawa nya. 


Bila dilihat dari profil wa, dia tidak memiliki poto dirinya sendiri atau tidak pede atau bisa juga agar tidak ketahuan wajahnya untuk VCS, memasang profil ipin ketawa. Dari profilnya bisa dilihat juga doyok seperti apa (Ipin Ketawa ada maksud). 

Berbagai pengalaman menarik yang saya tidak bisa ceritakan, bahkan sampai di cap penyuka pria oleh teman-teman tidak membuat seorang Doyok merasa dirinya anxiety atau mengeluh. Dalam penyikapan ini, sebenarnya ada dua kemungkinan. Karena memang benar penyuka pria(cokkk) atau ia memang benar-benar penyuka pria (waulllahhu a'lam). Padahal sepengetahuan saya, Doyok sangat gemar, bahkan pengedar link video senonoh. Dari zaman hanna anisa sampai kebaya merah tertangkap, doyok selalu tahu duluan. Alasan ini pun tidak membuat doyok dianggap normal. 

NB: Kebenaran cerita ini bisa ditanyakan pada Doyok sendiri. Sama tanya aja!, fikri bucin apa kabar? 

Contact Doyok : +62 895-3360-30492

Kamis, 02 Maret 2023

Dari Polisi, PSSI, sekarang Tukang Pajak

Sungguh resah untuk pengangguran jomblo seperti saya yang setiap hari-harinya  hanya mencari hiburan lewat youtube. Entah mengapa ya, algoritma youtube saya selalu muncul berita tentang masalah-masalah orang. Padahal saya cuma ingin melihat hiburan-hiburan seperti MU kalah, Tonights Premier Net, Indonesian idol, dan Timnas menang . Walaupun hal ini jarang upload namun tontonan ini selalu saya tunggu-tunggu. Jarang-jarang tapi istiqomah. Sedangkan berita ini tidak jarang dan tidak istiqomah. 

Dari saat saya di pondok ( polisi ) terus PSSI, sampai tukang pajak. Kenapa ya? kelakuan mereka sekarang kok gampang terbongkar buruknya. Apa karena mereka sudah capek dilihat baik, padahal orang-orang desa selalu senang ketika melihat anak atau tetangganya menjadi PNS.  Atau karena teknologi yang sudah semakin menggila, sehingga media bisa menjadi sangat gampang untuk memberitakannya. Mbak Najwa Shihab dari dulu selalu berani mengungkap kebenaran. Dan masalah -masalah ini biar dibahas Mbak Nana aja. Saya cuma ingin melakukan wawancara dengan narasumber yang kompeten yaitu Eks Polisi yang dikutuk menjadi ikan sepat setelah menghina ibunya karena naik pajero.

Wawancara ini dilakukan setelah saya menemukannya di kolam wisdom park UGM. Ikan sepat ini saya bawa ke kontrakan dan saya cemplungkan ke bak kamar mandi.

Aku : " Gimana mas sepat, apa kabar mas, rejeki lancar?".
Ikan Sepat : " Alhamdulillah rejeki iseh lancar".
Aku : " Sampean mau tak wawancarai mas, kudu jawab yo!, udah jauh-jauh dari wisdom lo".
Ikan Sepat : " Iyo-iyo, apapun buat gen z pokok e".
Aku : " Wess mantap, gini mas, kenapa para pengurus sekarang kok sering ketahuan buruknya bahkan sampai diberitakan mas?".
Ikan Sepat : "Karena berlebihan merekanya".
Aku : "Berlebihan, maksudnya gimana mas".
Ikan Sepat : "Dulu saya pernah mondok, saya dulu nakal sekali dan dulu tidak pintar untuk berbuat nakal, sering sekali ketahuan". 
Aku :" Lololo ini gimana to mas, aku gak tanya biografine sampean lo".

Ikan Sepat : "Sabar duluu, gini... , manusia kan tempatnya salah dan lupa ya, ya kalau kata jeje itu nakal boleh, jahat jangan " . Jadi, nakal sebenarnya wajar bagi setiap orang. Setiap orang pasti pernah sengaja atau tidak disengaja berbuat salah. Lha, sekarang kan nakalnya berlomba-lomba, udah bisa nakal ngambil duit sedikit aja, tapi malah ngambilnya kebanyakan, udah bisa nakal penjara in aja malah membunuh, ya pasti ketahuan lahh".

Aku : " Lha terus, apa hubungannya sama di pondok tadi".
Ikan Sepat : " 0o iya yaa, jadi gini, saya dulu di pondok diajari nakal oleh (rahasia) begini katanya "nakal itu boleh tapi yang pintar, jangan sering-sering, kalau sering nanti ketahuan dan jangan pernah coba-coba nakal pas hari selasa"".
Aku : " Kenapa hari selasa mas?".
Ikan Sepat : " Lha itu, saya masih bingung sampai sekarang".
Aku : " Baik, wawancara sudah selesai mas, mas boleh makan apa aja yang di bak mandi ini dan saya sudah pesankan gojek untuk pulang ya mas".
Ikan Sepat : oke siap

Saya membatin , kok bisa ya narasumber sekeren ini bisa tak ajak bicara dan mau saya pesankan gojek.