Mas Joko Pinurbo, panggilannya mas jokpin, sungguh panggilan yang fix Jogja wes, kok bisa ?, Jalan kaliurang (jakal), Jalan magelang (jamal), Sarkem (Pasar Kembang) (Sarana K Masyarakat). K-nya bisa dibuat sendiri. “Terbawa lagi langkahku kesana, Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja”. Sesuatunya itu ya mas Jokpin ini. Bahkan penggalan puisi mas Jokpin sendiri, “Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan”. Rindunya pasti ada ke mas Jokpinya itu. Terlepas dari klitih, sampah, dan hal-hal lainya, Jogja dengan kehadiran Mas Jokpin selalu romantis.
Sangat bersyukur diberi waktu untuk berangkat pada Festifal Sastra YK 2022. Dalam rangkaian acara itu ada sesi baca puisi dan talkshow. Salah satu yang baca dan narasumbernya adalah Mas Jokpin. Selepas Isya berangkat ke lokasi, kebetulan lokasi acara ada di jalan malioboro. Berangkat Bersama teman, tiga orang, gendon, fajek, dan saya sendiri. Pas sampai di parkiran, depan café teras malioboro yang sekarang, dulu masih boleh parkir disitu, HUJAN DERAS. Ya mau gamau harus kayang dulu, neduh dong. Sekitar satu jam an hujan sudah mulai reda, hanya rintik biasa. Kemudian kami pun jalan kaki menuju lokasi acara. PAS sekali acara baru dimulai. Saya sendiri sangat menikmati acaranya. Tidak terlalu ramai karena masih hujan, yang kebetulan habis hujan deras. Beruntung teman saya membawa kamera. Mengabadikan momen, menikmati momen, EH lha kok ketemu Ayad DKK, Ayad siapa? bisa dibaca di ini( https://pehhbuejo.blogspot.com/2023/09/ya-begitulah-ayad-ayada.html ). Ahkk yang pasti malam itu sangat chuakss sekali.
Pertemuan Kedua saya dengan mas Jokpin masih dengan keberuntungan, kali ini mas Jokpin diundang ke kampus saya. Saat itu acaranya adalah bedah buku, buku mas Jokpin sendiri. Lokasi acara diadakan di Fakultas Sastra UGM. Tepatnya di Gedung duwur dewe FIB. Kebetulan acara nya terbatas, info link pendaftaran nya didapat dari link ke link grup WA. Kali in tidak kebetulan, jadwal acara bentrok dengan jadwal kuliah saya. Saat itu saya masih sungkan tibsen (titip absen) pada teman, masih gamada. Nekat bolos (los wes). Berangkat dengan teman saya gendon. Acaranya full peserta. Pemuda kursi belakang ini, ga tau kenapa otomatis mencari kursi depan. Acara asik romantic yo i. Namun, gendon tidak mau untuk saya ajak urunan beli bukunya. Saya RP2000 gendon RP48000. Lah ko bisa dia tidak mau dong. “Penyesalan akan slalu menakutkan, tapi itu kenyataan…. kenyataan”. Dia masih tidak mau. “Ndon penyesalan selalu diakhir”. Dia masih tidak mau.
Mas Jokpin Terimakasih, Karya Jenengan Abadi.








keren lek
BalasHapusmatursuwun mas anonim
Hapus