Faza, anak jepara yang belum menikah dan tidak pengen jenggotan ini selalu memiliki apa yang saya butuhkan. Sebenarnya semua teman yang saya kenal, selalu melakukan hal seperti ini. Ketika pertama kali diajak naik gunung, tidak adanya alat, pengalaman, serta finansial yang cukup tidak menjadi alasan untuk tidak berangkat. Dengan modal niat, keberanian, dan motor Vario 150 yang jika saya pake, bapak akan kerja naik sepeda itu, saya selalu mendapatkan bantuan Partial Founded dari teman-teman saya. Entah syarat apa untuk mendapatkan bantuan itu. Bermodal tes wawancara yang tidak semua orang bisa melakukannya.
Test pertama ( Ketika meminjam Tas Gunung, Sleping Bag , Jaket Gunung, Kaos Kaki)
Test pertama ( Ketika meminjam Tas Gunung, Sleping Bag , Jaket Gunung, Kaos Kaki)
Aku : " Aku besok naik gunung sama temenku, ikut nggak?".
Rakha : " Waduh kayake ga bisa eg, aku ada acara besok ".
Aku : "Aku ki kan pertama kali, boleh pinjem punyamu nggak?".
Rakha: " Iya wes yas bawaen aja".
Sungguh suasana yang magis, alasan apa yang membuat teman saya seperti itu. Kejadian ini juga sama dengan teman bernama Alexandroo
Aku : " Lex/Ndro, pinjem kaos kakimu yo?".
Alexandro: "Yo".
Alexandro: "Yo".
Betapa magisnya itu, tak terduga sekali, kaos kaki seorang pemain handbal kabupaten gresik ini boleh untuk dipinjamkan. Saya merasa sangat pro untuk wawancara di dunia pernyilih-nyilihan(pinjam-meminjam). Bahkan, ketika saya kehabisan uang beli lauk untuk makan malam ada aja anak di sekre memberikan lauknya secara cuma-cuma.
Aku : "Nandi dwitku yo", sambil muter-muter mencari sisa-sisa recehan. Faiz datang dengan bayang-bayang malaikat mikail.
Faiz : "Iki lo lauk, gak usah beli lauk, iki ae enak" ( lauk sambel dari tiktok shop,taulah).
Faiz : "Iki lo lauk, gak usah beli lauk, iki ae enak" ( lauk sambel dari tiktok shop,taulah).
Saya masih bingung mengapa teman-teman saya dari dulu sampai sekarang pun selalu memudahkan urusan-urusan tidak penting ini. Saya jadi berpikir apakah saya punya pelet untuk hal ini, atau saya selalu beruntung menemukan spesies sejenis mereka.
Jika benar ada spesies jenis ini, saya pun menemukan jenis yang sangat akut. Tidak semerta-merta dipinjamkan atau diberikan. Bahkan barang-barangnya ada di depan doa sepertiga malam hidup saya. Seperti ketika banyaknya barang untuk syarat ospek lupa saya bawa banyak yang masih ketinggalan di rumah. Saya mengechat meminta tolong di grup "jogjaslay".
Aku :"Ada yang punya dasi hitam nggak?"
Faza mengetik, Sudah menjadi hal yang biasa seperti itu, tanpa waktu yang lama serta wawanncara atau tes yang berlibet pun balesan chat permintaan saya akan menjadi kenyataan.
Faza : "Aku enek"
Setelah dipikir-pikir, dasi hitam saja masih kurang. Kemudian saya meminjam, tablet, tas, klambi, serta kaos kaki kesayangan. Yang jawabanya pasti selalu "Aku ada". Jika di ibaratkan anime maka faza inilah yang menjadi doraemon pemilik kantong ajaib. Bahkan, untuk saya jogging pun dia bersedia meminjamkan kaos kaki kesayangannya.
Sebenarnya masih banyak spesies jenis mereka yang selalu bertemu dengan saya. Meskipun tidak saya ceritakan semuanya. Semoga dengan tulisan ini, spesies jenis mereka terus bertambah merucut bahkan sampai ke dunia pemerintahan kepada rakyat kecil. Semoga mereka-mereka akan awet( istiqomah) bukan hanya kepada saya (malah ke enakan nanti) melainkan pada semua orang.







0 komentar:
Posting Komentar