RECENT COMMENTS

4/footer/recent

Minggu, 03 September 2023

Ya begitulah Ayad-ayada


Memang kalau kata orang bijak pengalaman adalah guru terbaik. Tapi menurut saya guru terbaik adalah teman itu sendiri. Karena dengan mempunyai teman kita bisa belajar berbagai pengalaman dengan mereka. Ujung-ujunge lha pengalaman to bosku.... 

Bertanya dengan pertanyaan sengawur-ngawur pun kalau sama teman tak ada sungkan. Lha pertanyaan seperti gimana cara istiqomah jika kita tanyakan kepada guru jawabnya jelas dengan teoristis, agamis, atheis, analisis. Beda kalau pertanyaan ini saya lontarkan pada teman, jawabanya mungkin mengandung anarkis, marksis tapi jawaban itulah yang memang kadang memuaskan. Hal seperti inilah yang kadang saya tanyakan pada sosok teman yang bernama Ayad ini. 

Memang secara hirearki sosial agak kurang pantas jika saya menyebutnya teman, akan lebih pantas jika saya menyebutnya atasan, mas, atau calon bos (hehe). Tapi saya sadar dunia hanya permainan mungkin ayad akan risih jika saya menulisnya seperti itu hahaha.

Jadi begini yad, calon bos, aduh saya kok jadi ngawur gini ya. Maafkan saya yad, eh mas ayad.

Pada saat masih di pondok, saya termasuk salah satu orang yang mengidolakan beliau ini. Tak heran, Ayad atau mas ayad ini adalah sosok yang populer tatkala menjadi kakak kelas saya dahulu. Wakil ketua osis, watak yang terlihat dingin, wajah yang memenuhi kriteria sosial jelas membuat cewe-cewe angkatan saya yaa ter unch-unch. Tentu, alasan saya mengidolakan beliau bukan karena tampan. Namun karena pemikiran (taii👆). Saya mengenal ayad adalah ketika saya diospek (ospek santri baru). Kesan pertama saat melihat ayad adalah pemberontakan. Bertampang keras, berambut tipis (botak kala itu), dengan senyumnya yang malu-malu asu. Terlihat dari tekstur wajahnya beliau ini memang beringas keras. Bahkan ketika saya dipondok selama 3 tahun saya tidak mau atau tidak pernah(gak wani maksude) ngobrol sekalipun dengan ayad. Kalau kata Agus Milyadi penulis sekaligus influencer itu mengatakan "kadang kita perlu menjaga jarak dengan idola". Ya kalau sudah kenal jadi bukan idola lagi.    

Pertama kali bisa ngobrol dengan beliau adalah ketika saat sudah saya lulus pondok atau saat saya sedang menjadi mahasiswa yang sama-sama kuliah di jogja. Kedekatan loyalitas antar alumni pondok kami memang tidak pernah diragukan. Sambutan hangat alumni yang lebih dulu di jogja selalu menjadi tradisi yang sudah melekat. sst saya pengin kembali ke mas ayad dulu ini. Entah mengapa saran-saran kehidupan yang diucapkan ayad selalu terdengar melodius bagi saya. Mungkin orang lain juga merasakan hal yang sama. Wajah yang dulu terlihat keras sekarang cenderung unyu. Dan setelah sudah sering bertemu, orang yang dulu saya idolakan sekarang sungguh tiada sudi bibir ini mengucapkan. 

Dibalik sedikit latar belakang yang terlihat keras, ayad juga memiliki kekonyolan yang kadang saya cuma mengiyakan. Boleh dipercayai atau tidak. Mungkin teman atau pacarnya juga sepemikiran dengan saya. Ayad selalu mengatakan " Aku iki kalau ngerokok rasanya mau muntah" sudah hampir 3 kali orang ini berbicara pada saya dengan jari yang menggapit rokok.

Ayad menjalani kehidupan di Jogja dengan mengambil kuliah Hukum di UII. Salah satu kampus yang menjadi bagian orang besar Pak Mahfud dan Gus Baha'. Ia juga akan mencoba keperuntungan bisnis di dunia perwangi-wangian. Dan jujur sebetulnya saya tidak pernah tahu detail kehidupan seorang Ayad-ayada. Tulisan ini murni karena nafsu saya yang kebetulan muncul sebagai ujung pembuktian karena saya ditawari kerja untuk projectnya. Yang sebenarnya tidak perlu pembuktian, jan bodo tenan aku jane. Saya juga tidak melakukan penelitian tentang ayad. Faktor malas salah satunya. Saya hanya menerima saran dari Mas Moto (sahabat yang lebih tahu ayad) yang ikut menyuarakan "Tulisen penjahat kelamin". "Loo Ga bahaya Ta" lek gini ya to calon boss.


sedikit tambahan, hal yang kemungkinan kecil benar adalah bahwa ayad ini menurut saya hidupnya akting. Jika benar wahh perlu belajar lagi muaass. 



Selasa, 06 Juni 2023

Sebuah Seni Memahami "Syaiful Isa" (Explicit Content)


"Hello world" merupakan program pertama yang ditulis oleh orang-orang yang belajar kode. Ini juga dapat digunakan sebagai tes kewarasan untuk memastikan bahwa bahasa komputer diinstal dengan benar, dan bahwa operator memahami cara menggunakannya(Wikipedia). Kata ini adalah salam saya untuk menyapa makhluk dari berbagai macam dimensi yang dimaksudkan agar membantu saya dalam penulisan proyek ini. Bukan proyek besar atau penting, tidak juga dibiayai. Melainkan kepekaan beberapa teman untuk membantu masyarakat selingkup teman saya sendiri untuk dapat memahami atau paling tidak merasa win-win solution atas kejadian-kejadian di luar nalar didalam dialog seorang Syaiful Isa. 

Para pembaca sekalian, saya akan membawa kalian semua untuk memasuki sebuah dimensi dimana kalian semua akan merasakan kegalauan, kecemasan, dan lebih parah lagi yaitu ketawa-ketawa sendiri. Harap untuk teman-teman bersiap memahami karena ini sangat perlu untuk keperluan sosial berkomunikasi. Kalian pasti sudah resah jika menemukan seorang ini pada saat apapun, ngechat di grup wa, berbicara sendiri, menanggapi apa yang tidak perlu ditanggapi, pokoknya yang berhubungan dengan interaksi sosial. Menurut saya, beliau memang diciptakan seperti itu (authentic). Memang manusia juga diciptakan memiliki ke authentickannya masing-masing. Tapi untuk sosok yang satu ini sangat memberontak standard sosial berinteraksi. Saya terus mengamati untuk menangkap pola nya dalam berinteraksi. Alhamdulliah saya masih satu kontrakan dengan beliau. Jadi proses karya penelitian ini dapat dilakukan dengan cepat. 

Sebelumnya, kita tarik ulur sejarah beliau ini terlebih dahulu. Konon katanya, solusi akan bisa didapatkan dengan mempelajari sejarahnya terlebih dahulu. Kemudian kita akan bisa menangkap polanya. Seperti filosofi busur panah yang akan di tembak menuju target. Busur panah akan ditarik mundur dahulu. Kemudian saat dilepas, busur itu melesat sangat jauh menembus target. Beliau kecil tinggal di daerah Jabodetabek tepatnya di Tangerang Selatan. Saya tidak tahu ya rasanya kecil di Tangsel itu seperti apa rasanya. Yang jelas faktor lingkungan ini mungkin sangat memengaruhi. Kemudian semasa SMA beliau mondok di Jawa Timur. Jelas sangat mengalami culture shock perihal bahasa dan budaya. Tiga tahun beliau ini mondok, membuat skill bahasa jawa beliau serta sifat-sifat beliau sudah bercampuran, antara Tangsel dan Jawa Timur. Hal ini mungkin dapat menjadi hipotesa mengapa beliau cara berirentaksinya agak lain (bebeda maksude). Dan beliau sekarang bertinggal di Jogja untuk menjalani aktivitas kuliahnya. 

Saya memiliki beberapa sampel tentang cara beliau mencoba berinteraksi. Sampel ini diambil cuma di grup WA, yang kebetulan satu grup dengan beliau. Nama beliau disamarkan dengan coret biru.

gambar1. Ucapan HBD

gambar2. QOTD

gambar3. Info-info




Maaf, saya hanya mengambil tiga sampel saja. Mohon dimaklumi, karena jika diambil sampel banyak, nanti malah kayak lapraknya mahasiswa IT. Fenomena yang sangat banyak sekali, tidak semua dapat di arsipkan. Seperti kejadian-kejadian yang tidak berada dalam layar genggam. Saya mohon maaf sekali lagi pada pembaca. Gambar itu jika ditafsirkan akan mengandung initisari yang banyak ilmunya. Ya emang tidak salah sih. Perhitungan (1 + 7 = lebih dari satu), juga nggak salah. Ya seperti itu lah. Bahwa dari setelah kejadian itu semua, saya cukup bisa menyimpulkan sosok beliau ini cuma ingin cari perhatian. 


NB : Tulisan yang hanya bercanda, kalau nggak lucu di lucu-lucuin aja. Biar saya juga ikut senang, beliau juga ikut senang. Tidak ada yang merasa dirugikan. Part 2 ?. Salam.

gambar4 . Guyon broo.









Minggu, 04 Juni 2023

Dimana kamu


Akhir -akhir ini aku jarang melihat mu

Tumben, satu poto storypun gak kelihatan

Hmm kamu yang hilang ...


----------------------------------------


"Menulis itu bisa dimanapun, buku saya sendiri ditulis cuma pake hp". Kata Puthut ea yang selalu menjadi motivasi saya untuk menulis. Namun, puisi ini tidak saya lanjutkan karena malu menuliskannya. Entah mengapa ketika saya menulis ini, saya merasa selalu diperhatikan. Dan saya tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Tentu pada kondisi aslinya tidak seperti apa yang saya rasakan. Padahal cuma GR saja. Saya menulis ini ditempat warung nasi goreng terenak se daerah yang dekat dengan kontrak an (Jogja).


----------------------------------------


Hal yang aneh pun ada. Tepat setelah ku menuliskan itu. Kau muncul hingga hari ini, Aku tidak tahu kenapa ?. Kalau menurut agama, setiap ucapan adalah doa. Ya agak aneh, aku tidak pernah mengucapkan. Apakah tulisan juga bagian dari ucapan. Yang jelas masih berbeda artian. Gimana?. Atau kata-kata setiap ucapan adalah doa tidak tepat. Atau bisa jadi ucapan yang dimaksud disini hanyalah template yang sebenarnya  berartian hati terdalam. Hati yang sering berbicara sendiri. Hati yang kadang tidak terkontrol. Bagaimana kalau pas tidak terkontrol itu terucap di hati, yang sudah diingatkan seorang musisi bernama dere.


Heeey manusia berisik, punya hati tapi tak hati-hati

Beralaskan logika, sering merasa benar


Terimakasih mbak dere yang sudah mengingatkan.


Plot twist


Dan kau cuma muncul sebentar.

Sabtu, 27 Mei 2023

The Begining (Project Besar Republik PakPehh )

    Tepat hari ini, sebelum maghrib, aku sudah menemukan pusaka ku. Dua pusaka yang kuyakin dapat membawa ku mengelilingi benua eropa. Mengapa aku sangat yakin sekali?, tidak tahu. Entah mengapa hati dan kepala hari ini sepakat tentang mimpi yang di raih oleh anak muda ini. Para wayang selau identik dengan senjatanya seperti Bima dengan Gadha Rujakpolo , Arjuna dengan Panah Pasopati, Yudhistira dengan Jamus Kalimasada, dan masih banyak para tokoh wayang yang dikenal dengan senjatanya. Mimpi yang akan menjadi kenyataan akan lahir dariku. Tidak ada pembuktian pada apapun dan siapapun. Hanya bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai manusia. Manusia yang sebenar-benarnya manusia. Manusia muda yang tak pernah menyerah mengejar mimpi. Aku sangat yakin itu. Pegang janji ini, teruntuk diriku sendiri. Kau harus yakin bahwa mimpi itu bisa diraih. Jangan berharap dunia akan membantumu, mendukungmu, memujimu. Jangan pernah suka dipuji, karena itu adalah racun yang suatu saat akan merusakmu. Dangan jangan lupa, sertai doa. Awali dengan menyebut nama tuhanmu yang maha pengasih lagi maha penyayang. Setelah ini, kau akan memasuki awal kehidupan barumu.  

    Eropa, dimanakah itu. Jiwa ku mungkin sedang asik berjalan-jalan di Eropa. Raga ini belum bisa mengikutinya. Dia masih sibuk berperang dengan hawa nafsunya. Aku tidak pernah menyalahkan musuh yang diciptakan pada ragaku ini. Aku hanya benci ragaku selalu kalah dan tidak pernah mau berjuang habis-habisan. Senja tidak selalu indah, hujan tidak selalu menghasilkan pelangi, tapi indah selalu datang tepat waktu. Hal terindah pun datang, disaat jogja menjadi kota pertama yang menjadi labuhan kota pertamaku. 


Dua pusaka yang konon katanya ditemukan dan diyakini disaat setelah bangun tidur. 


NB : Mohon maaaf tulisan ini agak lebay, ya gak papa, kadang manusia butuh lebay untuk membuat hidupnya lebih berwarna (tapi udu pelangi). Tulisan ini saya buat setelah bangun tidur sore-sore. Jadi mohon dimaklumi, saya gak habis pikir kok bisa tulisan saya seperti itu yaa. Ya tau sendiri lahh tidur sore gak baik bagi kesehatan jiwa. 

Padangmbulan padange koyo rino..
Rembulane ee sing awe-awe..
Ngelingake ojo podo turu sore..
Kene tak critani kanggo sebo mengko sore..

D ., TT . D ., D . TT . T . D (Lanangan)
D . T . T ., DD . D . T ., TD (Wedokan)

Sabtu, 08 April 2023

Sebuah Surat untuk Diri

Yth. Ibu Jiwa
 
Entah rasa apa ini,  saya pun tidak tahu. I feel free but i'm loss. I loss my mind. Aku kehilangan diriku. Dirimu yang mana?, kau selalu menghianati dirimu sendiri, dirimu yang mana?. Rasa rindu akan mencintai, kau pikir cinta itu cuma sebatas logika, tanpa makna, yang bahkan tanpa kata itu sendiri. Aku selalu sulit menjadi dewasa. Umur yang sudah menua, tidak membuatku tumbuh. Apalah diriku ini. Diri tanpa kehadiran seorang diri. Kau selalu lupa akan tujuanmu. Kau tidak pernah menganggap dirimu itu ada. Apalah dirimu ini. Mencintai juga tidak akrab denganmu. Apalah daya pengalaman, perjalananmu selama ini. Jika didalam rumus ekonomi, kau pun rugi. Buku-buku, pernenungan, lingkungan, selalu kau sia-siakan. Apalah sebab ketakutanmu itu. Kau pun takut untuk menjawab ketakutanmu sendiri. Bukan berarti kau lemah. Kau kuat dialam ruang dirimu yang lain. Kau hebat didalam perenunganmu. Apalah arti perjalanan selama ini. Apa guna tubuh sehatmu, sampai kesehatan pun membenci dirimu. Apa yang kau banggakan.

Kamis, 06 April 2023

Mengidap penyakit bahagia "Kuliah di Yogyakarta"

Judul ini hanyalah metafora untuk sebuah cerita yang sebetulnya normal-normal saja. Hanya saja saya yang memaknainya terlalu dalam bak mendengarkan cerita seorang sufi. Sebagai manusia biasa, kebutuhan untuk berkomunikasi sangat perlu untuk saya. Komunikasi yang indah salah satunya adalah berbagi cerita pada manusia lain. Dan semua orang pasti memiliki cara bercerita masing-masing. Entah diceritakan lewat pacarnya, orang tuanya, teman-temanya atau seperti saya ini lewat tulisan (jelas jomblo ne). Sesuai dengan judul, saya akan menejelaskan dengan alasan yang sangat subjektif. Jadi jangan mendebat dengan argumen-argumen berdasarkan faktor ekonomi. Yang sudah jelas faktor ekonomi menjadi faktor pokok kebahagiaan manusia sekarang bahkan saya sendiri. Sampai SUKSES jaman sekarang pengartiaanya selalu perihal ekonomi, ahh ya memang seperti itu biarlah. 

Alhamdulilah adalah kata pertama yang saya ungkapkan ketika mendapat kesempatan kuliah di Yogyakarta. Ya meskipun semua orang juga mengucapkan seperti itu ketika keinginannya bisa terwujud (gak kabeh se jane). Bisa kuliah di Yogyakarta merupakan sebuah keberuntungan yang sangat saya syukuri. Sudah 10 bulan saya tinggal di Jogja. Tidak ada penyesalan sedikitpun untuk mengambil pilihan ini. Tidak seperti orang bilang "Kuliah itu senengnya pas keterima dan pas lulus, selebihnya tidak", kalau dipikir-pikir memang benar. Tapi banyak alasan lain untuk dapat seneng dengan mudah. Terlepas dari event-event gratisan, semua masjid menyediakan buka gratis (ramadhan), polisi yang tidak ketat, teman-teman perkuliahan, kontrakan, alumni juga menjadi sebab. Dan masih banyak faktor lain untuk bahagia dengan mudah. Bahagia menurut saya itu, ketika kita pengen satu tapi dapetnya dua, tiga. Ketika kita pengenya ini tapi dapetnya lebih. 

Adanya percobaan bunuh diri kemarin, seakan membantah dengan telak judul ini dan membuat saya bingung. Untung kemarin masih bisa terselamatkan. Meskipun mentalnya belum. Percobaan bunuh diri setahu saya sudah terjadi tiga kali selama saya kuliah di UGM. Saya pun penasaran dan mencari di internet, apa yang menjadi sebab orang bunuh diri.  Dari bebrapa artikel yang saya baca, depresi menjadi kata yang selalu ada pada sebab orang bunuh diri. Depresi, memendam rasa sakit yang terlalu lama, stres berkepanjangan. Adapun yang menjadi penyebab besar orang depresi adalah sosial media. Kehadirannya untuk menjembatani manusia berkomunikasi malah membuat orang merasa kesepian. Ya itu juga yang saya rasakan ketika melihat status orang-orang. Ikut ini, ikut itu, pacaran sini, pacaran situ, maen sini, situ biyohh-biyoh. Merasa kesepian memang iya tapi setelah itu ya kepikiran lainnya, tugas kuliah, baju belum dicuci, sepatu belum dicuci, belum beli beras ya semacam itulah. 

Mungkin ini bisa menjadi alternatif solusi untuk penderita depresi akut jika tidak ingin bertemu psikolog. Melakukan hal-hal sepele menyebalkan seperti cuci baju yang kalau kita nyuci pagi terus ditinggal kuliah kemudian kehujanan. Sambil misuh-misuh dan ketawa-ketawa sendiri. Motor mati pas berangkat kuliah karena lupa belum ngisi bensin. Kontak motor yang bisa jalan pindah-pindah tempat pas dicari (memang tolol). Hp lupa belum dicas disaat butuh-butuhnya. Kadang kita perlu mencari atau lebih peka pada masalah-masalah kehidupan sepele seperti itu. Agar tidak memikirkan tentang self self mental itulah pokoknya. Makanya orang jaman dulu tidak pernah stress, anxiety, ya karena mereka disibuki oleh hal-hal bertahan hidup. Mereka selalu mencari cara agar dapat bertahan hidup. Bercocok tanam, bikin kapak, bikin busur. Maka benar apa yang dibilang Biksu Tong pada serial kera sakti "Kosong adalah isi, isi adalah kosong". Yang maknanya masih menjadi perbincangan sampai sekarang (diskusikanlah).