RECENT COMMENTS

4/footer/recent

Sabtu, 27 Mei 2023

The Begining (Project Besar Republik PakPehh )

    Tepat hari ini, sebelum maghrib, aku sudah menemukan pusaka ku. Dua pusaka yang kuyakin dapat membawa ku mengelilingi benua eropa. Mengapa aku sangat yakin sekali?, tidak tahu. Entah mengapa hati dan kepala hari ini sepakat tentang mimpi yang di raih oleh anak muda ini. Para wayang selau identik dengan senjatanya seperti Bima dengan Gadha Rujakpolo , Arjuna dengan Panah Pasopati, Yudhistira dengan Jamus Kalimasada, dan masih banyak para tokoh wayang yang dikenal dengan senjatanya. Mimpi yang akan menjadi kenyataan akan lahir dariku. Tidak ada pembuktian pada apapun dan siapapun. Hanya bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai manusia. Manusia yang sebenar-benarnya manusia. Manusia muda yang tak pernah menyerah mengejar mimpi. Aku sangat yakin itu. Pegang janji ini, teruntuk diriku sendiri. Kau harus yakin bahwa mimpi itu bisa diraih. Jangan berharap dunia akan membantumu, mendukungmu, memujimu. Jangan pernah suka dipuji, karena itu adalah racun yang suatu saat akan merusakmu. Dangan jangan lupa, sertai doa. Awali dengan menyebut nama tuhanmu yang maha pengasih lagi maha penyayang. Setelah ini, kau akan memasuki awal kehidupan barumu.  

    Eropa, dimanakah itu. Jiwa ku mungkin sedang asik berjalan-jalan di Eropa. Raga ini belum bisa mengikutinya. Dia masih sibuk berperang dengan hawa nafsunya. Aku tidak pernah menyalahkan musuh yang diciptakan pada ragaku ini. Aku hanya benci ragaku selalu kalah dan tidak pernah mau berjuang habis-habisan. Senja tidak selalu indah, hujan tidak selalu menghasilkan pelangi, tapi indah selalu datang tepat waktu. Hal terindah pun datang, disaat jogja menjadi kota pertama yang menjadi labuhan kota pertamaku. 


Dua pusaka yang konon katanya ditemukan dan diyakini disaat setelah bangun tidur. 


NB : Mohon maaaf tulisan ini agak lebay, ya gak papa, kadang manusia butuh lebay untuk membuat hidupnya lebih berwarna (tapi udu pelangi). Tulisan ini saya buat setelah bangun tidur sore-sore. Jadi mohon dimaklumi, saya gak habis pikir kok bisa tulisan saya seperti itu yaa. Ya tau sendiri lahh tidur sore gak baik bagi kesehatan jiwa. 

Padangmbulan padange koyo rino..
Rembulane ee sing awe-awe..
Ngelingake ojo podo turu sore..
Kene tak critani kanggo sebo mengko sore..

D ., TT . D ., D . TT . T . D (Lanangan)
D . T . T ., DD . D . T ., TD (Wedokan)

Sabtu, 08 April 2023

Sebuah Surat untuk Diri

Yth. Ibu Jiwa
 
Entah rasa apa ini,  saya pun tidak tahu. I feel free but i'm loss. I loss my mind. Aku kehilangan diriku. Dirimu yang mana?, kau selalu menghianati dirimu sendiri, dirimu yang mana?. Rasa rindu akan mencintai, kau pikir cinta itu cuma sebatas logika, tanpa makna, yang bahkan tanpa kata itu sendiri. Aku selalu sulit menjadi dewasa. Umur yang sudah menua, tidak membuatku tumbuh. Apalah diriku ini. Diri tanpa kehadiran seorang diri. Kau selalu lupa akan tujuanmu. Kau tidak pernah menganggap dirimu itu ada. Apalah dirimu ini. Mencintai juga tidak akrab denganmu. Apalah daya pengalaman, perjalananmu selama ini. Jika didalam rumus ekonomi, kau pun rugi. Buku-buku, pernenungan, lingkungan, selalu kau sia-siakan. Apalah sebab ketakutanmu itu. Kau pun takut untuk menjawab ketakutanmu sendiri. Bukan berarti kau lemah. Kau kuat dialam ruang dirimu yang lain. Kau hebat didalam perenunganmu. Apalah arti perjalanan selama ini. Apa guna tubuh sehatmu, sampai kesehatan pun membenci dirimu. Apa yang kau banggakan.

Kamis, 06 April 2023

Mengidap penyakit bahagia "Kuliah di Yogyakarta"

Judul ini hanyalah metafora untuk sebuah cerita yang sebetulnya normal-normal saja. Hanya saja saya yang memaknainya terlalu dalam bak mendengarkan cerita seorang sufi. Sebagai manusia biasa, kebutuhan untuk berkomunikasi sangat perlu untuk saya. Komunikasi yang indah salah satunya adalah berbagi cerita pada manusia lain. Dan semua orang pasti memiliki cara bercerita masing-masing. Entah diceritakan lewat pacarnya, orang tuanya, teman-temanya atau seperti saya ini lewat tulisan (jelas jomblo ne). Sesuai dengan judul, saya akan menejelaskan dengan alasan yang sangat subjektif. Jadi jangan mendebat dengan argumen-argumen berdasarkan faktor ekonomi. Yang sudah jelas faktor ekonomi menjadi faktor pokok kebahagiaan manusia sekarang bahkan saya sendiri. Sampai SUKSES jaman sekarang pengartiaanya selalu perihal ekonomi, ahh ya memang seperti itu biarlah. 

Alhamdulilah adalah kata pertama yang saya ungkapkan ketika mendapat kesempatan kuliah di Yogyakarta. Ya meskipun semua orang juga mengucapkan seperti itu ketika keinginannya bisa terwujud (gak kabeh se jane). Bisa kuliah di Yogyakarta merupakan sebuah keberuntungan yang sangat saya syukuri. Sudah 10 bulan saya tinggal di Jogja. Tidak ada penyesalan sedikitpun untuk mengambil pilihan ini. Tidak seperti orang bilang "Kuliah itu senengnya pas keterima dan pas lulus, selebihnya tidak", kalau dipikir-pikir memang benar. Tapi banyak alasan lain untuk dapat seneng dengan mudah. Terlepas dari event-event gratisan, semua masjid menyediakan buka gratis (ramadhan), polisi yang tidak ketat, teman-teman perkuliahan, kontrakan, alumni juga menjadi sebab. Dan masih banyak faktor lain untuk bahagia dengan mudah. Bahagia menurut saya itu, ketika kita pengen satu tapi dapetnya dua, tiga. Ketika kita pengenya ini tapi dapetnya lebih. 

Adanya percobaan bunuh diri kemarin, seakan membantah dengan telak judul ini dan membuat saya bingung. Untung kemarin masih bisa terselamatkan. Meskipun mentalnya belum. Percobaan bunuh diri setahu saya sudah terjadi tiga kali selama saya kuliah di UGM. Saya pun penasaran dan mencari di internet, apa yang menjadi sebab orang bunuh diri.  Dari bebrapa artikel yang saya baca, depresi menjadi kata yang selalu ada pada sebab orang bunuh diri. Depresi, memendam rasa sakit yang terlalu lama, stres berkepanjangan. Adapun yang menjadi penyebab besar orang depresi adalah sosial media. Kehadirannya untuk menjembatani manusia berkomunikasi malah membuat orang merasa kesepian. Ya itu juga yang saya rasakan ketika melihat status orang-orang. Ikut ini, ikut itu, pacaran sini, pacaran situ, maen sini, situ biyohh-biyoh. Merasa kesepian memang iya tapi setelah itu ya kepikiran lainnya, tugas kuliah, baju belum dicuci, sepatu belum dicuci, belum beli beras ya semacam itulah. 

Mungkin ini bisa menjadi alternatif solusi untuk penderita depresi akut jika tidak ingin bertemu psikolog. Melakukan hal-hal sepele menyebalkan seperti cuci baju yang kalau kita nyuci pagi terus ditinggal kuliah kemudian kehujanan. Sambil misuh-misuh dan ketawa-ketawa sendiri. Motor mati pas berangkat kuliah karena lupa belum ngisi bensin. Kontak motor yang bisa jalan pindah-pindah tempat pas dicari (memang tolol). Hp lupa belum dicas disaat butuh-butuhnya. Kadang kita perlu mencari atau lebih peka pada masalah-masalah kehidupan sepele seperti itu. Agar tidak memikirkan tentang self self mental itulah pokoknya. Makanya orang jaman dulu tidak pernah stress, anxiety, ya karena mereka disibuki oleh hal-hal bertahan hidup. Mereka selalu mencari cara agar dapat bertahan hidup. Bercocok tanam, bikin kapak, bikin busur. Maka benar apa yang dibilang Biksu Tong pada serial kera sakti "Kosong adalah isi, isi adalah kosong". Yang maknanya masih menjadi perbincangan sampai sekarang (diskusikanlah). 

 

Minggu, 26 Maret 2023

Tidak Ramah Puasa



Entah mengapa tubuh saat puasa kali ini membuat saya seharian bisa isinya tidur tok. Saya terus menyalahkan tubuh saya yang bisa-bisanya tidak kuat menahan puasa. Bangun cuma ngecek chat wa, ngeces HP, kemudian tidur lagi. Sungguh kami adalah pria-pria kesepian, jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta lirik lagu Sheila On 7. Padahal hampir setiap tahun sesudah saya menginjak kelas 3 SD(jangan dihujat) saya baru melakukan ibadah ini. Menulis yang modalnya cuma laptop, tidak bisa saya lakukan saat puasa. Kok bisa sampai selemah ini. Setelah mencoba melakukan perenungan yang tidak sengaja. Berikut adalah hasilnya.

Pertama, Tidur adalah hal yang sangat mudah bahkan dilabeli ibadah yang saya sering lakukan selama puasa ini. Bahkan saya sudah mencetak rekor, ibadah setelah sholat subuh kemudian bangun setengah dua siang. Ditambah overthingking salah satu lagu bondan prakoso, ketika mimpimu tak begitu indah "assek", tak penah terwujud ya tidur lagi, benerin posisi tidur yang nyenyak, kalau sudah terwujud, cepetan mandi dan jangan lupa baca niat. 

Kedua, pergi ke masid-masjid yang memberikan buka gratis serta tidak ada pengajiannya. Karena cuma disitulah tempat saya keluar kontrakan selain kuliah dan angkringan. Bemodal niat dan usaha sedikit untuk dapat berbuka secara gratis. Meskipun menunya tidak bisa pilih-pilih. Kalau dapat ayam ya bersyukur, kalau dapat tahu tempe ya jadi bahan guyonan dan sedikit misuh-misuh "kucing-kucing". 

Ketiga, bingung mau traweh dimana. Yang ujung-ujung nya cuma bingung. Kemudian kejadian selanjutnya hanya allah yang tahu.

Tulisan ini murni karena paksaan saya terhadap diri saya sendiri, karena benar-benar tidak tahu mau ngapain lagi. Pikiran saya sebenarnya "Allahummalakasumtu ......." dengan yang manis-manis.


Minggu, 19 Maret 2023

Salah sebagian teman part 3 "Jalan yang jauh jangan lupa Fortta"

Bagi yang belum tahu, fortta merupakan nama panggilan dari nama angkatan saya pas di pondok. Fortta alias Forttablazed, alias effort to de Blaze ini kalau dijelaskan secara filosofis saya pun tidak tahu maksud artinya (maaf yang bikin nama). Ya kalau diketahui juga tidak penting-penting amat untuk hidup saya. Sudah hampir setahun angkatan ini lulus dari pondok. Perjalanan teman-teman pun berbeda-beda. Ada yang milih jalan sendiri, ada yang karena nasib (pilihan orang tua), ada yang nabrak-nabrak, ada yang numpang jalan, dan masih banyak lagi. Yang penting harapan saya mereka semua terus berjalan, pelan-pelan tapi terus, ora mung jalan di tempat, atau lari sebentar terus capek, berhenti. Sampai jalan makadam pun terjang saja, jangan cuma sambatan. Meskipun asline yo ancen gak penak (ya ga enak)gronjal-gronjal marai loro sudu'en. 

Banyak dari teman-teman yang melanjutkan untuk kuliah. Ada juga yang belum, ada yang sudah kerja, ada yang dua-duanya(kuliah kerja), bahkan ada yang masih di pondok. Padahal, dalam hati saya nungguin siapa yang nikah duluan. Bayangkan baru lulus, satu diantara teman-teman ada yang nikah. Pasti sangat seru sekali mendengarkan cerita aksi pergulatan ranjang mereka. Saya sendiri senang melihat keluh-kesah teman-teman melewati perjalanan pencarian jati diri. Meskipun juga tidak semuanya bahagia. Namun, mereka tetap ikhlas menjalani kehidupan dunia luar yang serba bayar parkir. 

#skip aja, curhat. Tepat saat selesai acara di Malang. Melihat fenomena teror bayar parkir yang ternyata lebih parah daripada di kota kuliah saya(Jogja). Saat mengantarkan teman untuk ngambil duit di atm. Sengaja saya tidak turun dari sepeda motor dan posisi motor tetap saya nyalakan, kemudian teman saya turun mengambil duit. "BAJINGAN" batin saya. Tukang parkir ini tetap meminta untuk membayar, teman saya memberikannya tanpa rasa marah sedikitpun. "Ora batin a Sa?" tanya saya. "Ya mau gimana lagi wes biasa ngono iku" jawab teman saya. Moment membayar parkir merupakan salah satu bentuk ikhlas tersulit menurut saya. #skip aja, curhat 

Fortta menurut saya juga tidak kompak-kompak amat seperti yang di gaungkan di yel-yel video. Bila saya mengamati, angkatan saya ini terpecah menjadi banyak, seperti ormas di negara ini. Santos genk, Paido Team, LAB genk, Sekber genk, Mia genk (1,2,3,4), IIS genk, kedinasan genk, keterimaDuluan genk, UTBK genk, Khos genk dan diantara genk-genk itu masih memecah banyak lagi. Namun genk-genk ini bersatu dengan kualitas terbaik mereka untuk memberikan yang terbaik pada ibu dari genk-genk ini "Forttablazed". Segala faktor penghambat kemajuan di serang oleh agen-agen terbaik mereka. 

Tulisan ini hanya opini sederhana yang sebenarnya kisah teman-teman tidak sesederhana itu. Wajar, sebagai orang biasa yang malas untuk riset dan menulis banyak. Saya juga tidak perlu effort menanyai satu-satu nasib mereka. Dan opini ini hanya ditujukan pada angkatan cowo. Dikarenakan minim pengetahuan tentang teman-teman cewe jadi saya tidak bisa menuliskannya(sok asyu). Semua teman-teman pasti memiliki banyak cerita unik saat mereka sudah menjalani kehidupan dunia luar.  Esensi menumbuhkan jenggot masa muda (tanya agym). Berkuliah di negara petasan (tanya jimbon). Berkuliah di institut seni (tanya said). Esensi menjalani kehidupan dewasa(tanya alex). Expert English language tanya (isom). Berkuliah dibayar ngabdi (tanya tegar). Berkuliah penuh ujian tekanan (tanya haikal). Berkuliah dengan pacaran (tanya jeyhan, ilul, irsa, bopung, danang). Berkuliah dengan rambut gondrong (tanya jepon). Berkuliah dengan pencak silat (tanya ahga). Berkuliah dengan investasi (tanya bagong). Berkuliah karena belum siap nikah (tanya fawas). Berkuliah mencari barokah dosen dengan cium tangan serta tidak jelas dan tetap menjomblo, tanya saya hahhahaa (sedikit promosi). 

Kamis, 16 Maret 2023

Salah seorang teman Part 2 "Nanti Kita Cerita Tentang Doyok"

Yth, Bapak alm Wakhid

Doyok, alias Alfin Hisyam Chakim, yang bahkan saya harus tanya dulu nama aslinya karena sudah lupa, adalah salah satu dari beragam spesies unik di jajaran teman saya sendiri. Jika kita sebagai orang asing yang tidak mengenal doyok, bisa dibayangkan dengan orang cina (cindo), memiliki otot yang besar, muslim yang taat (menggunakan kopyah dimanapun),  bak mualaf cina salah pergaulan. Mengambil jurusan filsafat adalah jalannya, berkuliah di dekat rumah adalah jalan(kemauan) almarhum ayahnya.Yang pasti ayahnya sekarang merasa sangat senang karena kemauannya dituruti. Beliau pasti tersenyum di alam sana, melihat anaknya patuh padanya. 

#Skip aja, curhat

Saya sangat tidak pintar untuk menulis deskripsi tentang orang bahkan teman saya sendiri. Selalu ada pertukaran dalam diri saya tentang sifat-sifat orang. 

diri1 : "orang ini baik", saat mood saya baik (uang banyak)

diri2 : " wahh, ora apik wong iki" saat mood saya tidak baik (lagi gaada uang)

Menulis deskripsi orang merupakan ilmu yang sangat sulit, berbeda kacamata, berbeda mood, sangat berpengaruh terhadap tulisan. Perlu kebijaksanaan yang tinggi. Karena sebuah permintaan receh yang sudah saya iyakan, meskipun saya sendiri masih bingung mengapa saya mengiyakan permintaan itu.#skip aja, curhat

Doyok, anak surabaya yang jiwanya tetap membonek dimana dan kapanpun itu. Untuk daftar kuliah saja, seorang doyok tidak pernah usaha, urusan daftar mendaftar saja didaftarin, sampai tryout pun tidak pernah mengikuti. Sungguh orang jawa asli yang menerapkan prinsip falsafah jawa, nerima ing pandum, dipikir ro mlaku, sing penting yakin. saat ditanya "yok, gak sekolah ta yok?" jawabannya selalu padat, ringkas, dan mudah dipahami,"ora", tanpa banyak alasan, tidak seperti polisi yang di vonis hukuman mati. Jika dilihat dari kacamata teman-teman seangkatan, Doyok adalah seorang seniman yang selalu dipercaya untuk pembuatan lirik, puisi, aktor theater (yang sebenarnya tidak bagus, bagus amat) hanya saja auranya untuk nyeniman sangat kuat sampai dari kejauhan pun kita yang mengenal doyok bisa tertawa karena melihat cara jalannya.

Deskripsi ini sebenarnya karena sebuah ke inginan dari doyok sendiri yang tiba-tiba ngechat dengan bahasa campuran indo-jawa nya. 


Bila dilihat dari profil wa, dia tidak memiliki poto dirinya sendiri atau tidak pede atau bisa juga agar tidak ketahuan wajahnya untuk VCS, memasang profil ipin ketawa. Dari profilnya bisa dilihat juga doyok seperti apa (Ipin Ketawa ada maksud). 

Berbagai pengalaman menarik yang saya tidak bisa ceritakan, bahkan sampai di cap penyuka pria oleh teman-teman tidak membuat seorang Doyok merasa dirinya anxiety atau mengeluh. Dalam penyikapan ini, sebenarnya ada dua kemungkinan. Karena memang benar penyuka pria(cokkk) atau ia memang benar-benar penyuka pria (waulllahhu a'lam). Padahal sepengetahuan saya, Doyok sangat gemar, bahkan pengedar link video senonoh. Dari zaman hanna anisa sampai kebaya merah tertangkap, doyok selalu tahu duluan. Alasan ini pun tidak membuat doyok dianggap normal. 

NB: Kebenaran cerita ini bisa ditanyakan pada Doyok sendiri. Sama tanya aja!, fikri bucin apa kabar? 

Contact Doyok : +62 895-3360-30492